Mahasiswa adalah kaum intelektual yang memiliki kecerdasan dan mempunyai tuntutan untuk berpikir kritis. Kemampuan berpikir tidak hanya dituangkan ketika bertanya dalam perkuliahan atau dapat mengerjakan tugas yang memuaskan. Di samping itu, mahasiswa juga diharapkan peduli terhadap keadaan masyarakat, bangsa dan negaranya karena tidak di pungkiri, mahasiswa-lah kaum penerus intelektual bangsa pada umumnya.
Tugas tersebut setidaknya telah dilakukan oleh mahasiswa. Banyak bidang kegiatan yang digeluti mahasiswa untuk berusaha masuk ke dalam masyarakat. Beranjak dari komunitas hingga organisasi besar dengan sistem jaringan luas, setidaknya menjadi contoh pembinaan bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri masuk dan menjadi bagian masyarakat. Namun sekali mahasiswa tetap mahasiswa, kreatifitasnya tidak berhenti pada hal itu saja.
Salah satu kreatifitas kepedulian mahasiswa terhadap keadaan masyarakat,bangsa maupun negara juga dapat dilihat dengan aksi unjuk rasa mahasiswa melalui orasi atau aksi teatrikal yang biasanya disebut demontrasi. Merupakan pembuktian bahwa mahasiswa memiliki ideologi yang independen dan tidak dapat dipengaruhi oleh kepentingan kelompok tertentu yang memiliki kekuasaan. Tidak lupa dalam ingatan bagaimana rezim orde baru, masa pemerintahan Soeharto dapat diruntuhkan oleh aksi mahasiswa yang menduduki gedung DPR/MPR RI bulan Mei 1998. Salam salut tidak akan terhapus dalam sejarah bangsa Indonesia bagi mereka, mahasiswa.
Demonstrasi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pernyataan protes yg dikemukakan secara massal; peragaan atau pertunjukan tentang cara melakukan atau mengerjakan sesuatu. Merujuk pada definisi tersebut, kita dapat melakukan protes, mempertunjukkan sesuatu dengan cara-cara yang tidak dibatasi. Jadi, bagaimana kalau kita mencoba demonstrasi melalui karya ilmiah.
Seiring berjalannya waktu, perkembangan zaman dan perubahan keadaan secara global menyebabkan cara menyikapi masalah masyarakat yang ada di sekitar kita mengalami perkembangan. Mahasiswa tetap memiliki semangat berjuang untuk membela rakyat. Namun, kreatifitas itu berkembang dan tidak berhenti pada demonstrasi melalui orasi di jalan-jalan protokol tetapi dapat melalui karya ilmiah.
Seperti mahasiswi Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM), Dewi Ratih Ayu Daning. Dewi berhasil menjadi jawara dalam Altech Young Scientis yang diselenggarakan oleh Altech. Ia terpilih sebagai The 1st Place Undergraduate Country Winner for Indonesia, setelah menyisihkan 80 kandidat dan juga sukses menyabet peringkat pertama di tingkat Asia Pasifik dengan mengalahkan 1.000 kandidat (www.okezone.com). Karyanya tersebut adalah pemanfaatan teh hitam untuk menurunkan kandungan gas metan pada fermentasi rumen ruminansia. Karyanya berawal dari keprihatinan terhadap pemanasan global yang melanda berbagai negara. Diketahui gas metan merupakan polutan yang menimbulkan kerusakan lapisan ozon dan pemanasan global. Menurut Dewi, ternak ruminansia merupakan penghasil 20 persen total gas metan di dunia. Secara tidak langsung, Dewi melakukan demonstrasi lingkungan bukan? dan ia juga memberikan opsi penyelesaiannya.
Jika mengintip dalam proposal PKMI 2009 yang lolos dari unissula, terdapat karya-karya yang sebenarnya juga aksi demonstrasi. Seperti, PKMP (Program kreatifitas Mahasiswa Penelitian) yang disusun oleh Yusuf Suwandi, Rustanto, Pandu Mulyo W, dan Agung Jati Prabowo dengan judul “Pengaruh Penayangan Program Kriminalitas dan Kekerasan di Televisi Terhadap Perkembanagan Psikologis Anak” (unissula.ac.id). Tim tersebut, menurut penulis ingin mengkritisi bagaimana penanyangan program kriminalitas dan kekerasan terhadap anak. Dan bukankah mereka juga sedang melakukan demontrasi secara tidak langsung?
Karya ilmiah itu cakupannya luas dan setiap mahasiswa dapat menyalurkan idenya melalui itu. Seperti penulisan, penelitian, workshop, bahkan tulisan berbentuk artikel atau berita bisa menjadi sarana untuk mendemonstrasikan apa yang ada di pikiran kita. Bedanya kita dapat melakukannya sendiri ketika melalui karya ilmiah tetapi cenderung memerlukan orang yang relatif banyak jika melalui aksi turun di jalan. Melaui karya ilmiah, gagasan kita akan lebih diberi apresiasi dan diperhitungkan bagi petinggi-petinggi kekuasaan yang berkepentingan.
Demonstrasi bergengsi melalui karya ilmiah perlu ditingkatkan, dan penulis yakin mahasiswa Unissula memiliki kompeten untuk mewujudkannya. Jadilah mahasiswa bergengsi melalui demonstrasi.
Demonstrasi bergengsi melalui karya ilmiah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar