Pengikut

RSS

The End of Fortress Journalism??

Jurnalisme menjadi bagian penting masyarakat. Pola pikir dunia dapat diintepretasikan melalui jurnalisme dalam hal ini melalui peran wartawan. Perkembangan zaman mendorong jurnalisme terus berkembang, berpindah bahkan mengalami metamorfosis untuk dapat mengikuti zaman.

Fortress journalism merupakan jurnalisme yang membedakan diri dengan jurnalisme yang lain, fortress journalism cenderung tertutup. Mereka seolah-olah membangun benteng yang mengeksklusifkan diri dari yang lain. Dalam jurnalisme ini, wartawan ingin melaporkan berita yang pertama dan berbeda dari wartawan lain serta selalu berusaha menjadi pilihan utama masyarakat. Mereka berfokus pada produk yang dihasilkan daripada momentum yang ingin dikejar.

Fortress journalism telah menjadikan mereka pelayan publik dan gatekeeper bagi masyarakat. Mereka dapat membuat agenda setting sehingga timbul kebutuhan dalam masyarakat yang ditentukan oleh jurnalisme itu sendiri.Namun perkembangan zaman menuntut lain. Dengan hadirnya tekhnologi modern menyebabkan jurnalisme ini menjadi bergeser. Banyaknya variasi media, kecepatan mengakses informasi hingga kebutuhan kuantitas serta kualitas informasi yang lebih besar menjadi faktor bergesernya jurnalisme ini.

Ada isu yang menyatakan, Di mana jurnalisme yang dulu didominasi oleh tenggat waktu, kini telah digantikan oleh siklus berita 24 / 7. Ini berarti fokus jurnalisme adalah proses kejadian (momentum) daripada hasil produk. Selain itu, tempat distribusi jurnalisme yaitu media massa telah tersebar banyak di masyarakat dengan berbagai variasi dan spesifikasi segmen khalayak. Bahkan, dewasa ini internet telah mengambil perhatian besar masyarakat untuk memperoleh berita (informasi).

Perlahan dan pasti, jurnalisme dihadapkan pada keadaan untuk terbuka dan transparan. Hal ini dapat meruntuhkan fortress journalism yang selama ini menyediakan informasi (berita) yang eksklusif dan tertutup.

Masyarakat sekarang juga cenderung berpola uses and gratifications daripada agenda setting karena masyarakat dapat menentukan dan mencari informasi sesuai keinginannya dan sejelas-jelasnya. Hal itu dipertegas dengan hadirnya internet sebagai media baru. Banyaknya masyarakat yang mengakses internet menghadirkan media-media online baru tidak terkecuali jurnalistik online.

Jurnalistik online menawarkan banyak kemudahan dan kenyamanan. Melalui jurnalistik online, masyarakat dapat dengan mudah memilih berita yang diinginkan dan dapat diakses berkali-kali karena telah diarsipkan. Berita (informasi) yang dilaporkan juga cepat dan up date. Selain itu, berita yang ditampilkan dapat disertai gambar, suara atau bahkan video agar lebih memuaskan masyarakat. Jelas jurnalistik online telah menjadi kebutuhan baru bagi masyarakat.

Apakah ini berarti pertanda berakhirnya fortress journalism dan munculnya konsep teoritis jurnalisme baru seperti jurnalisme jaringan atau citizen journalism atau bahkan jurnalistik online??
Kita lihat saja.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar